Database BNSP
Jumlah LSP1
Jumlah Skema1
Jumlah TUK1
Jumlah Asesor1
Pemegang Sertifikat1
Note : Data masih dalam tahap import ke dalam sistem

Koperasi Jasa Keuangan jadi alternatif pendanaan UMKM

31 Desember 2015 / Admin LSP
Dalam roadmap pengembangan KJK Periode 2010-2014, institusi penggerak koperasi dan UKM tersebut akan mendirikan lembaga pengembangan dan pengawasan (LLP) yang berfungsi sebagai Bank Indonesianya perbankan.
Agus Muharram, Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Negara Koperasi dan UKM, mengemukakan dengan pengawasan lembaga itu diharapkan koperasi bisa melayani masyarakat yang mengalami kesulitan dalam permodalan.

"Maksud dari pengembangan itu menjadikan KJK sebagai lembaga keuangan mikro yang sehat di samping koperasi simpan pinjam (KSP)," kata Agus Muharram pada seminar pengembangan KJK di Kementerian Negara Koperasi dan UKM.

Layanan yang akan dilaksanakan KJK tersebut dengan pola konvensional maupun pola syariah. Karena itu, instansi tersebut tengah melakukan pemetaan terhadap kemampuan permodalan KJK, serta merumuskan persyaratan permodalan modal minimum bagi KJK primer maupun sekunder.

Regulasi atas pengembangan KJK, termasuk pendirian lembaga pengawasannya ditargetkan selesai pada tahun depan. Pengawasan operasional KJK dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) dan Ba-
pepam-LK.

PP disempurnakan
Agar operasional KJK lebih maksimal, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9/ 1995 akan disempurnakan. Sebab, berdasarkan PP itu KJK maupun KSP tidak memberi peluang menyalurkan pinjaman kepada nonanggota.

"Peraturan perundangan memungkinkan diubah, karena yang tidak diizinkan sesuai undang-undang adalah menghimpun dana dari nonanggota."Dengan penyempurnaan itu KJK dan KSP bisa bekerja lebih profesional di bawah lembaga pengawasan independen. LPP juga mengawasi dan melaksanakan muna dan berbagai kebijakan terkait pengawasan dan pengendalian KJK.

Arison Hendry, Direktur Induk Koperasi Syariah (Inkopsyah) menjelaskan, sebenarnya pendirian lembaga tersebut tidak terlalu mendesak. Yang lebih penting adalah bagaimana perkuatan modal terhadap UMKM bisa diperkuat.

"Sebab, selama ini masih terjadi kanibalisasi antara lembaga keuangan mikro (LKM) dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) maupun perbankan dalam memberikan layanan terhadap sektor riil."

Sumber : Bisnis Indonesia
Bagikan Artikel ini ! Facebook Google LinkedIn Pinterest Twitter